Berita Utama: Pendidikan Kesetaraan
BANJARMASIN – Gedung Hotel Banjarmasin Internasional (HBI) pada hari Kamis, 20 November 2025, menjadi saksi perpaduan antara evaluasi serius dan perayaan penuh warna. Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin menggelar acara gabungan, yaitu Evaluasi Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) sekaligus Karnaval Pendidikan Non-Formal (PNF) se-Kota Banjarmasin.
Acara yang dihadiri oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan kesetaraan dan non-formal ini bertujuan ganda: memetakan kemajuan dalam menarik kembali ATS ke bangku sekolah dan menampilkan kreativitas serta potensi yang dimiliki oleh peserta didik PNF.

Evaluasi ATS: Komitmen Mengikis Angka Putus Sekolah
Sesi pagi diisi dengan Evaluasi Penanganan ATS, yang melibatkan Lurah, Surveyor, dan perwakilan lembaga PNF, termasuk PKBM Al-Falah. Diskusi ini menjadi forum penting untuk meninjau efektivitas program, mengidentifikasi tantangan, dan memperkuat sinergi antara pemerintah kota dan lembaga pendidikan dalam menjangkau anak-anak yang putus sekolah.
Karnaval PNF: Panggung Ekspresi Anak Kesetaraan
Puncak acara adalah Karnaval Pendidikan Non-Formal yang berlangsung meriah. Para peserta didik dari berbagai PKBM dan SKB se-Banjarmasin menampilkan beragam kreativitas, mulai dari tarian daerah, pameran produk kewirausahaan, hingga pertunjukan seni lainnya.
Peserta didik PKBM Al-Falah menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian. Keikutsertaan mereka dalam karnaval ini memberikan kesan yang sangat positif dan mendalam. Anak-anak yang selama ini belajar di jalur kesetaraan mendapatkan panggung besar untuk mengekspresikan diri dan menunjukkan bahwa kualitas pendidikan non-formal tidak kalah dengan pendidikan formal.
“Kegiatan ini luar biasa. Anak-anak kami merasa bangga dan diakui. Melihat senyum dan semangat mereka di panggung HBI adalah bukti bahwa pendidikan kesetaraan juga mampu membentuk pribadi yang percaya diri dan berprestasi,” ujar Hj. Habibah, S.Pd., salah satu pengurus PKBM Al-Falah, menegaskan dampak positif acara tersebut.
Karnaval PNF ini bukan hanya perayaan, tetapi juga penegasan bahwa pendidikan adalah hak semua anak, dan semangat belajar tidak mengenal batas formalitas.
